SYOK - DEFINISI, JENIS DAN KLASIFIKASI

Penilaian terhadap syok ditegakkan melalui hasil pemeriksaan klinis dari adanya gangguan perfusi dan oksigenasi ke jaringan yang tidak adekuat. Diagnosa awal didasarkan pada adanya gangguan perfusi organ dan oksigenasi jaringan. Selanjutnya setelah mengetahui diagnosa awal syok tentukan sebab dari syok. Kebanyakan penderita ditemukan dalam keadaan syok haemorragic, namun kardiogenik atau syok karena tension pneumotoraks harus dipertimbangkan pada perlukaan diatas diafragma.

DEFINISI SYOK

Syok adalah keadaan dimana tidak cukup (inadekuat) aliran darah ke jaringan untuk memenuhi kebutuhan jaringan atau tidak seimbang antara DO2 (delivery O2) ke jaringan dengan VO2 (konsumsi O2) di jaringan, sehingga jaringan tersebut tidak terjadi metabolisme.

JENIS-JENIS SYOK

  1. Syok hipovolemik yaitu terjadi pengurangan volume baik volume cairan maupun volume darah sehingga penyebab syok ini karena dehidrasi dan pendarahan.
  2. Syok kardiogenik terjadi karena gangguan pompa jantung
  3. Syok vasogenik atau distributif terjadi karena sepsis akibat infeksi yang berat.
  4. Syok obstruktif terjadi karena ada sumbatan
  5. Syok endokrin terjadi karena hipotiroid atau hipertiroid.


PENILAIAN AWAL SYOK

Pengenalan Syok

Syok lanjut yang ditandai oleh perfusi yang kurang ke kulit, ginjal dan susuanan saraf pusat sangat mudah untuk dikenali. Namun, setelah masalah airway dan breathing teratasi, penilaian yang teliti dari keadaan sirkulasi penting untuk mengenal syok secara dini. Ketergantungan pada tekanan darah sebagai satu-satunya indicator syok akan menyebabkan terlambatnya diagnosis syok.

Mekanisme kompensasi dapat menjaga tekanan darah sampai penderita kehilangan 30% volume darah. Perhatian harus diarahkan pada nadi, laju pernafasanm sirkulasi kulit dan tekanan nadi (perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik). Gejala paling dini adalah takikardia dan vasokontriksi parifer.

Setiap penderita trauma yang dalam keadaan takikardia dan akral dingin dianggap dalam keadaan syok. Kecepatan denyut jantung tergantung pada usia. Dikatakan takikardia, bila denyut jantung pada bayi lebih dari 160x/menit, pada balita lebih dari 140x/menit, anak usia sekolah lebih dari 120x/menit dan pada orag dewasa lebih dari 100x/menit. Orang tua dengan syok mungkin tidak menunjukkan takikardia.

Membedakan Sebab Syok

Penderita dengan multi-trauma biasanya mengalami syok yang disebabkan oleh perdarahan. Keadaan bukan perdarahan yang dapat menyebabkan syok antara lain :
  • Tension peunomotoraks
  • Tamponande jantung
  • Neurogenik syok
  • Septik syok

SYOK HIPOVOLEMIK

Syok hipovolemik disebabkan karena dehidrasi dan perdarahan akibat muntah, diare yang sering (lebih dari 10x), adanya output yang berlebih seperti pada pasien hyperemesis gravidaru, karena luka bakar grade II dan III yang luas serta akibat trauma dan perdarahan massif.
Kriteria umum diagnosis yang terjadi pada syok hipovolemik diantaranya :
  • Hipotensi yang ditandai dengan tensi ≤ 90 mmHg da nada takikardia yang ditandai dengan nadi > 100x/menit
  • Hipoperfusi perifer dimana aliran darah ke perifer akan melambat, nadi kecil dan pucat di daerah perifer.
  • Terjadi vasokontriksi perifer sehingga akan terjadi keringat dingin, kulit basah dan CRT (Capillary Refill Time) > 2 detik.
  • Akan terjadi penurunan kesadaran jika syok tidak segera ditangani, karena hipoksia yang lama.
  • Ada oliguria dimana urinnya mula-mula sedikit lalu kelamaan terjadi anuria.
  • Jika sudah ada anuria berarti ada gagal ginjal yang akibatnya bisa terjadi metabolik asidosis.

 

KLASIFIKASI SYOK HIPOVOLEMIK KARENA PERDARAHAN

Volume darah orang dewasa normal adalah 7% dari berat badan. Bila penderita gemuk maka volume darahnya diperkirakan berdasarkan berat badan idealnya, karena bila kalkulasi berdasarkan berat badan yang sebenarnya hasilnya mungkin jauh diatas volume yang sesungguhnya.

Perdarahan Kelas I : Perdarahan Ringan

Kehilangan volume darah sampai 15% yaitu < 750 cc, dengan gejala klinis minimal. Biasanya frekuensi nadi < 100x/menit, sistolik > 100 mmHg, CTR normal, frekuensi nafas 16 x/menit, kesadaran compos mentis. Penggantian cairan primer akan memperbaiki sirkulasi.

Perdarahan Kelas II : Perdarahan Sedang

Kehilangan volume darah 15% sampai 30%, yaitu 750 – 1500 cc, gejala klinis termasuk takikardi lebih dari 100x/menit pada orang dewasa, takipnea dan penurunan tekanan nadi, sistolik < 100 mmHg, CTR lambat dan kesadaran agitasi (gelisah) akibat adanya perubahan sistem syaraf sentral serta produksi urin sedikit terpengaruh biasanya 20 – 30 ml/jam untuk orang dewasa. Pengelolaannya dengan mengatur posisi pasien semifowler, memberikan terapi oksigenasi, lalu penggantian volume dengan cairan kristaloid, yaitu 3x kehilangan darah tersebut.

Perdarahan Kelas III : Perdarahan Berat

Kehilangan darah lebih dari 30% - 40 % volume darah, yaitu 1500 – 2000 cc, dimana penderita akan menunjukan tanda perfusi yang tidak adekuat seperti takikardia > 120 x/menit dan takipnea yang jelas 30-40 x/menit, dengan penurunan tekanan sistolik < 90 mmH, CTR lambat, penurunan status mental dan produksi urin 5-15 cc/jam. Pengelolaannya dengan mengatur posisi pasien, memberikan terapi oksigenasi, penggantian volume dengan cairan kristaloid dan memberikan transfusi. Keputusan untuk memberikan transfusi darah didasarkan atas respon penderita terhadap cairan yang diberikan.

Perdarahan Kelas IV : Perdarahan Sangat Berat

Kehilangan darah lebih dari 40% volume darah, yaitu >2000 cc, dengan keadaan pasien sangat mengancam jiwa, dimana frekuensi nadi >140 x/menit, sistolik sama dengan diastolik, akral pucat dan dingin, frekuensi nafas >35 x/menit, bila kehilangan darah lebih dari 50%  pasien biasanya tidak sadarkan diri dan produksi urin minimal bahkan tidak keluar. Pengelolaannya dengan mengatur posisi pasien, memberikan terapi oksigen, penggantian volume cairan dengan cairan kristaloid dan transfusi darah cepat, bila diperlukan buat dua IV line, catat intake dan output dan jika diperlukan intervensi pembedahan untuk menghentikan perdarahan.

KLASIFIKASI SYOK HIPOVOLEMIK KARENA DEHIDRASI

Dehidrasi Ringan

Kehilangan cairan tubuh sekitar 5%, klinis selaput lendir kering, nadi normal atau meningkat sedikit. Pengelolaan tidak perlu pemberian infus hanya diberikan cairan peroral saja.

Dehidrasi Sedang

Kehilangan cairan tubuh sekitar 10%, klinis, selaput lendir sangat kering, status mental tampak lesu, nadi cepat, tekanan darah mulai turun dan oliguria. Pengelolaan penggantian volume cairan kristalin (NaCl 0,9% atau RL). Catat intake dan output beserta tanda-tanda vital.

Dehidrasi Berat

Kehilangan cairan tubuh >15% dimana klinis selaput lendir pecah-pecah, pasien mungkin tidak sadar, turgor kulit sangat jelek, tekanan darah turun dan anuria. Pengelolaan penggantian volume dengan cairan kristaloid (NaCl 0,9% atau RL), serta catat intake dan output dan tanda-tanda vital.
Catatan : Beberapa cairan kristaloid yang direkomendasikan untuk digunakan dalam penanganan syok diantaranya RL, NaCl 0,9% dan Asering.

SYOK KARDIOGENIK

Terjadi karena kegagalan pompa jantung (gangguan/gagal miokard/katup), penyebab utamanya ialah iskemia/infark miokard. Penanganannya, hati-hati dalam pemberian cairan, tidak boleh di-flash (diguyur) dan tidak boleh diberikan cairan kristaloid yang mengandung kalium tinggi karena akan memperberat kerja jantung. Untuk pemberian terapi sebaiknya kolaborasi dengan dengan spesialis jantung dalam pemberian obat inotropic seperti dopamine, dobutamine dan phenylephrine.

SYOK VASOGENIK (SYOK SEPTIK ATAU SYOK DISTRIBUTIF)

Tanda syok vasogenik :
  • Flushing (warna kulit kemerahan), karena adanya dilatasi pembuluh darah
  • Tekanan nadi lebar, akibat dilatasi perfusi oksigen ke jaringan tidak adekuat.
  • Pada kasus disertai infeksi dan sepsis.
  • Pada kasus antigen-antibodi (syok anafilaktik)
  • Pada kasus syok neurogenic.
Tanda klinis :
  • Perifer hangat karena pasien dengan sepsis ada infeksi yang ditandai dengan kalor, dolor, dll
  • Gangguan kesadaran, karena hipoksia yang lama akibat adanya dilatasi pembuluh darah sehingga oksigen ke otak berkurang.
  • Penuruan produksi urin (oliguria)
  • Adanya lactic asidosis.





Referensi :
Basic PPGD 1
Basic Trauma and Basic Cardiac Life Support



Bang sandi Blogger pemula yang mencoba merangkum dunia

0 Response to "SYOK - DEFINISI, JENIS DAN KLASIFIKASI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel