√ Pengertian Latar Belakang Dan Jalannya Agresi Militer I


Gambar Agresi Militer Belanda 1. Sumber Wikipedia
Gambar dari Wikipedia

Agresi Militer belanda adalah salah satu cara belanda dalam upaya menguasai kembali negara indonesia.

Akan tetapi Agresi Militer belanda akan mendapatkan banyak sekali perlawanan dan kecaman sehingga hasinya Agresi Militer Belanda berujung pada kegagalan dan mempermalukan negara Belanda sendiri.

Pengertian Agresi Militer I


"Operatie Product” (bahasa Indonesia: Operasi Produk) atau yang dikenal di Indonesia dengan nama Agresi Militer Belanda I adalah operasi militer Belanda di Jawa dan Sumatera terhadap Republik Indonesia yang dilaksanakan dari 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947. 

Operasi militer ini merupakan bagian Aksi Polisionil yang diberlakukan Belanda dalam rangka mempertahankan penafsiran Belanda atas Perundingan Linggarjati.

Agresi Militer Belanda 1 dilatar belakangi oleh Belanda yang tidak menerima hasil Perundingan Linggarjati yang telah disepakati bersama pada tanggal 25 Maret 1947.

Dari sudut pandang Republik Indonesia, operasi ini dianggap merupakan pelanggaran dari hasil Perundingan Linggarjati.

Latar Belakang


Agresi militer Belanda I diawali oleh perselisihan Indonesia dan Belanda akibat perbedaan penafsiran terhadap ketentuan hasil Perundingan Linggarjati .

Pihak Belanda cenderung menempatkan Indonesia sebagai negara persekmakmuran dengan Belanda sebagai negara induk.

Sebaliknya, pihak Indonesia tetap teguh mempertahankan kedaulatannya, lepas dari Belanda.

Pada tanggal 15 Juli 1947, van Mook mengeluarkan ultimatum supaya RI menarik mundur pasukan sejauh 10 km dari garis demarkasi. Tentu pimpinan RI menolak permintaan Belanda ini.

Tujuan utama agresi Belanda adalah merebut daerah-daerah perkebunan yang kaya dan daerah yang memiliki sumber daya alam, terutama minyak.

Namun sebagai kedok untuk dunia internasional, Belanda menamakan agresi militer ini sebagai Aksi Polisionil, dan menyatakan tindakan ini sebagai urusan dalam negeri.

Letnan Gubernur Jenderal Belanda, Dr. H.J. van Mook menyampaikan pidato radio di mana dia menyatakan, bahwa Belanda tidak lagi terikat dengan Persetujuan Linggarjati.

Pada saat itu jumlah tentara Belanda telah mencapai lebih dari 100.000 orang, dengan persenjataan yang modern, termasuk persenjataan berat yang dihibahkan oleh tentara Inggris dan tentara Australia.

Tujuan  Agresi Militer I


  1. Adapun tujuan Belanda mengadakan agresi militer I yaitu sebagai berikut:
  2. Tujuan politik Mengepung ibu kota Republik Indonesia dan menghapus kedaulatan Republik Indonesia.
  3. Tujuan ekonomi. Merebut pusat-pusat penghasil makanan dan bahan ekspor.
  4. Tujuan militer Menghancurkan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Jalannya Peperangan


Tanggal 20 Juli 1947 Gubernur Jenderal HJ Van Mook mengumumkan pada konferensi pers tentang akan dimulainya aksi Polisionil Belanda.

Tanggal 21 Juli 1947 dimulai serangan tentara Belanda pada daerah-daerah yang dikuasai oleh Republik Indonesia di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Fokus serangan adalah untuk menguasai daerah-daerah yang menjadi sumber-sumber penghasilan seperti perkebunan tembakau, perkebunan tebu dan pabrik-pabrik gula.

Selain itu juga kota-kota yang memiliki fasilitas penting seperti pelabuhan, lapangan udara juga yang memiliki pertambangan.

Belanda mengerahkan dua pasukan khusus, yaitu Korps Speciale Troepen (KST) di bawah Westerling yang kini berpangkat Kapten, dan Pasukan Para I (1e para compagnie) di bawah Kapten C. Sisselaar.

Republik Indonesia secara resmi mengadukan agresi militer Belanda ke PBB, karena agresi militer tersebut dinilai telah melanggar suatu perjanjian Internasional, yaitu Persetujuan Linggarjati.

Belanda ternyata tidak memperhitungkan reaksi keras dari dunia internasional, termasuk Inggris, yang tidak lagi menyetujui penyelesaian secara militer.

Pada tanggal 31 Juli 1947, atas permintaan India dan Australia, masalah agresi militer yang dilancarkan Belanda dimasukkan ke dalam agenda Dewan Keamanan PBB, yang kemudian mengeluarkan Resolusi No. 27 tanggal 1 Agustus 1947, yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata dihentikan.

Pada tanggal 15 Agustus 1947, atas tekanan Dewan Keamanan PBB, Pemerintah Belanda akhirnya menyatakan akan menerima resolusi Dewan Keamanan untuk menghentikan pertempuran.

Pada tanggal 17 Agustus 1947 Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda menerima Resolusi Dewan Keamanan untuk melakukan gencatan senjata.

Pada  tanggal 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan membentuk suatu komite yang akan menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda.

Komite ini awalnya hanyalah sebagai Committee of Good Offices for Indonesia (Komite Jasa Baik Untuk Indonesia), dan lebih dikenal sebagai Komisi Tiga Negara (KTN), karena beranggotakan tiga negara, yaitu Australia yang dipilih oleh Indonesia, Belgia yang dipilih oleh Belanda dan Amerika Serikat sebagai pihak yang netral.

Australia diwakili oleh Richard C. Kirby, Belgia diwakili oleh Paul van Zeeland dan Amerika Serikat menunjuk Dr. Frank Graham.

Melalui KTN inilah , Indonesia akhirnya mendapatkan kemerdekaanya dengan peristiwa sovereneteietoverdracht yang dilaksanakan di istana Dam Asmterdam Belanda oleh Ratu Juliana.

Sekian atas artikel yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan mengenai sejarah Negara Indonesia tercinta.

Refrensi


Sumber informasi bacaannyasejarah.blogspot.com
Detail informasi di Wikipedia - Agresi Militer Belanda 1

Bang sandi Blogger pemula yang mencoba merangkum dunia

0 Response to "√ Pengertian Latar Belakang Dan Jalannya Agresi Militer I"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel