TAKDIR HYUGA DALAM PERSPEKTIF AL-AS'ARIYAH

TAKDIR HYUGA DALAM PERSPEKTF AL-ASY'ARIYAH


Secara umum, segala sesuatu yang melekat mengenai manusia sudah diatur. Manusia harus hidup di dalam perbedaan arus mereka masing-masing yang tidak dapat ditentang, namun takdir yang sama yang dimiliki setiap orang yaitu kematian. -Neji Hyuga

     Pada anime naruto, ada salah satu peristiwa yang membahas mengenai takdir, yaitu pada saat ujian chunnin yang mempertemukan  antara Neji Hyuga dengan Naruto Uzumaki. Dalam pertempuran tersebut, Neji menceritakan bagaimana takdir klannya, yaitu dengan adanya tanda kutukan di kening setiap keluarga cabang klan Hyuga. "Tanda kutukan menggambarkan seekor burung di dalam sangkar, dan itu adalah sebuah tanda dari mereka yang terikat dengan takdir, dimana mereka tidak dapat melarikan diri selain kematian, tidak ada cara lain untuk melarikan diri dari kutukan ini." Ungkapnya.

  Kemudian Neji juga mengatakan kepada naruto bahwa dia (naruto) akan kalah dalam pertarungan tersebut. "Dan juga nasibmu diputuskan pada titik ini saat aku menjadi lawanmu, takdirmu adalah kekalahan dariku, itu pasti." Tambahnya. 
 
     Namun Naruto tidak sepakat dengan perkataan neji, ia mengatakan bahwa kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi sebelum kita mencobanya. "Kau tidak tahu sebelum mencobanya, sudah lama ayahmu terbunuh dan aku tidak tahu sejauh mana rasa sakit yang kau rasakan, tapi itu kesalahan besar buatmu untuk berpikir bahwa takdir sudah ditentukan secara menyeluruh." Ujarnya.
     Ia juga menegaskan bahwa neji tidak harus menyerah kepada takdir. "Kau tidak mungkin bisa mengerti tentang takdir yang terbebani dengan sebuah tanda yang tidak dapat dihapus seumur hidup, aku tidak tahu apa-apa mengenai takdir kebencian Hyuga, tetapi jika kau mengatakan kalau itu sia-sia, kau tidak perlu melakukan apapun." Tegasnya.
Jangan mengeluh tentang hal yang membosankan, seperti takdir dan apapun dan bagaimana hal itu tidak dapat dirubah. -Uzumaki Naruto
    Pemikiran Neji Hyuga jika dilihat dari pemikiran kalam, maka tampak seperti pemikiran Jabariyah, dimana manusia tidak memiliki kekuasaan melakukan sesuatu, manusia tidak memiliki kehendak sendiri dan tidak mempunyai pilihan.  Manusia untuk melakukan perbuatannya adalah keterpaksaan dengan peniadaan kekuasaan, kemauan dan pilihan baginya.

  Sedangkan menurut Asy'ariyah,  manusia bebas melakukan sesuatu, akan tetapi manusia tak memiliki kemampuan untuk menentukan hasil. Manusia hanya memiliki sebagian saja dari kesuksesan yang telah didapatkan,  yaitu pada takaran kehendak dan usaha, tapi penentuan hasil sepenuhnya dari Allah.

   Dalam hal ini, Neji Hyuga terlalu terpaku dengan takdir klan Hyuga yang kurang menguntungkan bagi keluarganya, yaitu keluarga penerus.
Pada klan Hyuga,  terdapat dua jenis Keluarga; yaitu kepala keluarga dan keluarga penerus, dimana tugas keluarga penerus hanya untuk melindungi kepala keluarga. Namun saat bertarung dengan naruto,  Neji mulai menyadari bahwa ia juga bisa merubah takdir klannya tersebut.

Allah SWT berfirman:

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۗ وَاِ ذَاۤ اَرَا دَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّا لٍ

"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 11)


 Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa manusia memiliki kebebasan untuk berkehendak, karena jika manusia tidak memiliki kebebasan berkehendak maka yang terjadi hanyalah manusia tersebut tak pernah ingin berusaha untuk meraih sesuatu dan ingin menjadi lebih baik. Selain itu, jika manusia tak memiliki kebebasan berkehandak, maka yang terjadi adalah manusia itu akan selalu mengeluh jika menempuh kegagalan dan juga  akan menyalahkan keadaan.

 Kita sebagai hamba-Nya, dianjurkan untuk senantiasa berusaha, berdoa dan bertawakkal,  karena kita tak akan pernah tahu cobaan apa yang akan menghadang.  [Khoirul]

Bang sandi Blogger pemula yang mencoba merangkum dunia

0 Response to "TAKDIR HYUGA DALAM PERSPEKTIF AL-AS'ARIYAH"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel