Delapan belas bagian kitab Mahabharata yang disebut Astadasaparwa

Kitab Mahabharata memiliki delapan belas bagian yang disebut dengan Astadasaparwa.

Mahabarata menceritakan kisah konflik Pandawa lima melawan saudara sepupu mereka sang Korawa yang mengenai hak pemerintahan negara Astina. Puncaknya adalah perang bharatayudha di Medan Kurukshetra dan pertempuran tersebut berlangsung 18 hari.
Kitab Mahabharata merupakan salah satu itihasa yang terkenal, kitab ini memuat lebih dari 100.000 sloka. Kitab ini disusun oleh Rsi Wyasa.
Pada tulisan yang berjudul "The Russian Academy" di Moskow telah menerbitkan terjemahan adiparwa atau buku epos pertama Mahabharata dalam bahasa Rusia pada perang dunia ke II. Episode episode tertentu diterjemahkan kedalam bahasa Prancis, Inggris dan Jerman serta bahasa lainnya.
Berikut ini adalah bagian bagian dari Astadasaparwa yaitu:

1. Adiparwa (buku pengantar).
*. Menceritakan tentang mangkatnya raja Parikesit.
*. Raja Janamejaya mengadakan upacara korban ular.
*. Vaisampayana menuturkan Mahabharata.
*. Garis keturunan Maharaja Yayati.
*. Kisah prabu Santanu dan garis keturunannya.
*.Kisah masa kecil Pandawa dan Korawa.
*. Terbakarnya rumah damar.
*. Pandawa memenangkan dropadi.
*. Arjuna mengasingkan diri ke hutan.

2. Sabhaparwa (buku persidangan).
*. Kitab ini menceritakan tentang kisah para Korawa yang mencari akal licik untuk melenyapkan para Pandawa
*. Menceritakan tentang siasat licik Sangkuni dan Duryodana dengan mengajak Pandawa bermain dadu.

3. Wanaparwa (buku pengembaraan di hutan).
*. Kitab ini menceritakan tentang kisah pengalaman para Pandawa bersama Drupadi di tengah hutan.

4. Wirataparwa (buku Pandawa di negeri Wirata).
*. Kitab ini menceritakan tentang kisah penyamaran para Pandawa beserta Drupadi di kerajaan Wirata.

5. Udyogaparwa (buku usaha dan persiapan).
*. Kitab ini menceritakan tentang sikap Duryodana yang tidak mau mengembalikan kerajaan kepada para Pandawa yang telah selesai menjalani masa pengasingan malah sebaliknya menantang mereka untuk berperang.

6. Bhismaparwa (buku mahasenapati Bhisma).
*. Kitab ini menceritakan tentang pertempuran besar antara pihak Pandawa dan Kurawa di sebuah dataran suci yang luas dan kramat yang bernama Kurukshetra.
*. Menceritakan kisah diangkatnya Bhisma sebagai panglima perang Korawa dan gugurnya Bhisma pada hari kesepuluh.

7. Dronaparwa (buku mahasenapati Drona).
*. Kitab ini menceritakan tentang kisah diangkatnya Drona sebagai panglima perang Kurawa menggantikan Bhisma.
*. Menceritakan tentang gugurnya Drona yang dipenggal oleh Drestadyumna.
*. Menceritakan tentang kisah gugurnya Abimanyu dan Gatotkaca.
8. Karnaparwa (buku mahasenapati Karna).
*. Kitab ini menceritakan tentang diangkatnya Karna sebagai panglima perangnya Kurawa menggantikan Drona.
*. Menceritakan tentang Bima yang berhasil membunuh Dursasana.
*. Menceritakan tentang kematian Karna di Medan pertempuran yang dibunuh oleh Arjuna.
9. Salyaparwa (buku mahasenapati Salya).
*. Kitab ini menceritakan tentang diangkatnya Salya sebagai panglima perangnya Kurawa menggantikan Karna.
*. Menceritakan tentang kematian Salya yang dibunuh oleh Yudhistira.
*. Menceritakan tentang kematian Duryodana yang dibunuh oleh Bhima.

10. Sauptikaparwa (buku penyerbuan di waktu malam).
*. Kitab ini menceritakan tentang tiga kesatria dari pihak Korawa yang bernama Aswatama, Krepa dan Kritawarma yang melakukan serangan membabi buta di malam hari ketika tentara Pandawa sedang tertidur.

11. Striparwa (buku janda).
*. Kitab ini menceritakan tentang kisah ratap tangis para janda yang ditinggal suaminya di Medan perang.
*. Menceritakan tentang Drestarasta dan Gandari yang sedih karena semua putra putranya yaitu Kurawa telah mati di Medan pertempuran.

12. Shantiparwa (buku kedamaian jiwa).
*. Kitab ini menceritakan tentang berkumpulnya Drestarasta, Gandari, Pandawa dan Krisna di Kurukshetra.

13. Anusasanaparwa (buku ajaran).
*. Kitab ini menceritakan tentang kisah Yudhistira yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Bhisma untuk menerima ajarannya.

14. Aswamedhikaparwa (buku aswamedha).
*. Kitab ini menceritakan tentang kisah kelahiran Parikesit yang sebelumnya mati karena panah dari Aswatama tetapi dihidupkan kembali oleh Krishna.

15. Asramaparwa (buku pertapaan).
*. Kitab ini menceritakan tentang kisah Drestarasta, Gandari, Kunti, Widura dan Sanjaya yang menyerahkan kerajaan sepenuhnya kepada Yudhistira dan pergi bertapa ke tengah hutan.

16. Mausalaparwa (buku senjata gada).
*. Kitab ini menceritakan tentang kisah binasa bangsa Wresni karena kutukan seorang Brahmana.
*. Musnahnya bagsa Wresni, Andhaka, dan Yadawa.
*. Hancurnya kerajaan Dwaraka.

17. Mahaprashthanikaparwa (buku perjalanan suci).
*. Kitab ini menceritakan tentang kisah Pandawa dan Drupadi yang mengundurkan diri dari kerajaan dan menjauhkan diri dari kehidupan duniawi untuk menjadi seorang pertapa.
*. Kisah diangkatnya Parikesit menjadi Raja Hastinapura dan perjalanan terakhir Pandawa dan Drupadi.

18. Swargarohanaparwa (buku naik ke surga).
*. Kitab ini menceritakan tentang perjalanan suci yang dilakukan oleh Pandawa.

Demikianlah penjelasan mengenai delapan belas parwa yang disebut Astadasaparwa dalam Mahabharata, semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Bang sandi Blogger pemula yang mencoba merangkum dunia

0 Response to "Delapan belas bagian kitab Mahabharata yang disebut Astadasaparwa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel