Karantina, Ngapain Aja?

Photo by Annika Gordon on Unsplash

Entah udah hari ke berapa kita semua berada di dalam rumah. Tak saling bertatap muka. Hanya bisa berkumpul lewat dunia maya. Semua hanya kata, tak tampak secara nyata. Bukber yang sudah dijadwalkan pun hanya wacana semata.

Gua tau, lo pasti bosen. Lo pasti gatel banget pengen keluar walaupun itu cuma ke rumah temen lo. That’s how we feel now!

Tapi ya mau gimana lagi. Ini semua adalah demi kebaikan kita bersama. Dengan lo enggak keluar rumah, lo udah ngebantu para tenaga medis di luar sana. Lagian, tugas lo sederhana kok. Cuma disuruh "stay at home" doang. Apa susahnya?

Someone said, “Bukan itu masalahnya, gua anaknya gak bisa diem, gua bukan anak rumahan cuy.”

Terus, solusinya gimana dong? It’s easy! Lo jangan cuma diem doang. Di rumah, lo juga bisa kok tetep beraktivitas kayak biasa. Jadi kalo lo anggap berada di dalam rumah itu identik dengan sama yang namanya rebahan, it’s totally wrong.

Emangnya bisa produktif bro di rumah? Gua suka di suruh emak gua ke warung, digangguin adek gua segala macem.

Inget cuy, di dunia ini, gaada yang gak bisa. Semua bisa kok. Yang ada cuma MAU atau ENGGAK MAU.

Misalnya lo disuruh emak belanja, ya harus lo prioritasin karena itu emang kewajiban lo sebagai seorang anak. Emangnya, bakal kebuang berapa lama sih waktu lo? Belanjanya gak harus transit dulu kan?

Soal lo digangguin sama adek lo, ya lo tinggal bilang ke adek lo baik-baik kalo lo lagi kerja, gamau diganggu. Gua rasa anak kecil bakalan ngerti kok kalo dibilangin baik-baik. Justru anak kecil bakalan lebih ngeganggu kalo lo bentak, seriously.

Intinya, gak ada yang susah di hidup ini. Lo nya aja yang ribet. Inget cuy, lo punya waktu sehari 24 jam. Dan dari 24 jam tersebut, lo bisa bagi kedalam beberapa aktivitas. Pastiin juga kalo aktivitas tersebut bermanfaat buat masa depan lo.

Buat yang bilang kalo produktif gak bisa buka sosmed, again, it’s all wrong.

Lo tetep bisa buka sosmed kok. Asal, gak keterlaluan. Apa maksud dari gak keterlaluan disini? Maksudnya adalah lo gak scrolling sosmed berjam-jam. Inget, lo masih punya hal lain yang lebih bermanfaat daripada sekedar haha-hihi bacain timeline.

The point is, lo harus pandai-pandai manajemen waktu. Apa yang lo lakuin kemaren, hari ini, dan besok bakal berpengaruh banget di masa yang akan datang. Inget cuy, lo masih muda.

Perjalanan lo masih panjang. Kalo lo males-malesan, inget, ada jutaan orang bahkan milyaran orang di luar sana yang sama-sama berusaha buat menggapai cita-cita mereka.

Selanjutnya, hal apa aja sih yang bisa dilakuin selama karantina ini?

Sebenernya banyak aktivitas positif yang bisa lo lakuin di rumah. Sekarang gua tanya, apa sih passion lo? Apa sih kegiatan yang bisa memberikan impact terbesar di hidup lo?

Passion gua main game bro.

Mungkin para pembaca blog ini akan tertawa mendengarnya. Loh, emangnya, letak kesalahannya dimana? Apa ada yang salah dengan game? Memang, bermain game merupakan suatu kegiatan yang menurut gua selalu dikaitin sama hal-hal berbau negatif.

Nanti keranjingan lah, lupa ibadah lah, dan lah-lah lainnya. Pada kenyataannya, bermain game gak seperti yang dikatakan di atas kok. Game-nya sih emang gak salah, yang salah adalah penggunanya.

Nyatanya, profesi sebagai gamers adalah profesi yang sangat menjanjikan. Banyak anak-anak Indonesia yang meraih berbagai macam prestasi hanya dengan bermain game.

So, cari apa passion lo dan lakuin dengan tekun. Ubah passion lo menjadi sesuatu yang menghasilkan.

Selain itu, lo juga bisa belajar hal baru. Hal yang belum pernah lo coba sebelumnya. Misalnya lo adalah seorang atlet. Gaada salahnya kan buat belajar masak?

Percayalah, semua hal baru yang lo pelajari bakal ada hubungannya dengan apa profesi lo saat ini.

Contoh lainnya adalah seorang programmer. Disaat bosen, dia belajar buat main basket. Lalu, apa hubungannya? Dia bisa aja bikin aplikasi buat ngitung berapa banyak bola yang masuk ke ring. See how it works?

Intinya, selama di rumah, lakukanlah hal-hal yang lo senangi yang tentunya bermanfaat buat hidup lo. Gunakanlah kesempatan di rumah ini sebagai ajang untuk interaksi bersama keluarga tercinta. Hobi boleh lo lakuin. Tapi, jangan lupa juga sama keluarga lo.

Ambil hikmah positifnya, masa karantina ini adalah masa di mana keharmonisan antara lo dan keluarga turut diperhitungkan. Jarang-jarang kan bisa kumpul bareng gini sama keluarga?

Last, let’s we hope for the better world, especially Indonesia. Our beloved country.

Bang sandi Blogger pemula yang mencoba merangkum dunia

0 Response to "Karantina, Ngapain Aja?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel